Total Tayangan Halaman

Selasa, 10 Januari 2017

3 DESTINASI INDAH DI PURBALINGGA : CURUG KARANG, JEMBATAN CINTA DAN PUNCAK SENDAREN



Turing kali ini ngga jauh-jauh, nge-gasnya juga tipis-tipis saja....tujuannya sih eksplor Purbalingga dan tiga tempat sekaligus saya kunjungi. Sesuai urutan, yang pertama  ke arah Rembang, tempat kelahirannya Panglima Besar Jendral Soedirman, saya singgah di Curug Karang. Curug ini letaknya di Desa Tanalum, dari Losari masih naik lagi, kalo belum hapal jalan mending tanya penduduk setempat karena jalannya cukup rumit, dan harus ekstra hati-hati  karena jalan menuju ke curug ini masih relatif jelek. Untuk memasuki curug ini dikenai tiket masuk 5 ribu rupiah dan parkir motor 2 ribu rupiah saja.
 
Melanjutkan perjalan , saya singgah di tempat yang kedua. Destinasi yang berada di Desa Panusupan Kecamatan Rembang tersebut bernama Jembatan Cinta. Jembatan yang disusun dari bahan dasar bambu wulung sepanjang 280 meter tersebut, dibentuk menyerupai bentuk hati. Jembatan ini membentang di atas hamparan sawah, sayang saat saya kesini padinya baru dipanen, tentunya lebih indah saat tanaman padinya sedang menghijau,  dengan udaranya yang sejuk, jembatan cinta ini cukup diminati untuk dikunjungi di kala musim libur dan akhir pekan. Akses jalan menuju  kesini mudah di jangkau, bisa menggunakan motor maupun mobil. Tiket masuk 5 ribu rupiah dan tiket parkir motor 2 ribu rupiah. Udara yang sejuk dan semilir angin serta  pemandangan alamnya yang menarik. Romantis sih, apalagi kalau bersama pacar atau orang yang disayangi. Salutlah buat warga Purbalingga, kreatif membuat tempat wisata yang unik ini.


Yang terakhir Puncak Sendaren, tidak begitu jauh dari Jembatan Cinta karena masih di wilayah dukuh Karang Gedang, Desa Panusupan. Tiket masuk 5 ribu rupiah dan parkir motor 2 ribu rupiah. Ada tiga pos yang harus dilalui oleh para pengunjung untuk sampai ke puncak Sendaren ini. Dengan medan yang lumayan terjal, tapi masih bisalah untuk  para pendaki pemula. Sebaiknya kalau mau kesini menggunakan sepatu atau sandal yang nyaman buat jalan dibatuan atau alam terbuka, terus mending pagi atau sore hari jadi tidak terlalu panas. Selama perjalanan, pengunjung akan ditemani pemandangan yang lumayan menghilangkan lelah. Deretan perbukitan yang menghijau, semilir angin dan langit biru cerah berpadu dengan Gunung Slamet dikejauhan membentuk lukisan alam yang menyejukan hati. Setelah satu jam perjalanan melewati jalanan setapak dengan semak belukar di kanan kirinya, saya sampai di puncak Sendaren yang terkenal dengan Jembatan atas awannya ini. Ada dua jembatan yang dibuat untuk selfie deck dan rumah pohon yang dibuat seperti sangkar burung. Dari jembatan yang di buat menggunakan bambu, sekali sapuan pandangan akan terlihat luasnya bumi. Indahnya, pandangan kita tidak terhalang bukit ataupun gunung, seolah-olah kita bisa melihat batas bumi. Menakjubkan! Take nothing, except picture!, leave nothing, except footprint!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar