Total Tayangan Halaman

Sabtu, 21 Januari 2017

"MENDADAK" CURUG JENGGALA

Awalnya ngga ada niatan mau kemana, bareng sahabat tercetus pengin pergi yang deket dari rumah. Tujuan utamanya Curung Carang Kemutug hanya 10 menit dari rumah. Setelah kita sampai di Desa Kemutug saya menanyakan lokasinya, tetapi oleh warga disarankan jangan, karena sedang musim hujan saat terjadi banjir kiriman lokasinya susah untuk menyelamatkan diri. Terlanjur sudah OTW akhirnya diputuskan pergi ke Curug Jenggala. Curug Jenggala terletak di dusun Kalipagu, desa Ketenger, Kecamatan Baturraden. Ketenger merupakan salah satu desa wisata karena banyaknya destinasi wisata di wilayah ini. Berada di kaki gunung Slamet dengan dominasi perbukitan, sungai dengan bebatuan besar dan air terjun membuatnya banyak tujuan wisata alam di desa ini. Curug Jenggala ini semula bernama Curug Tempuhan. Menurut pengelola, pada hari minggu pertama pembukaan Curug Jenggala ini, tiket sebanyak 3000 ludes dan masih kurang. Sangat ramai memang, bahkan saat pada hari kerja pun masih tetap ramai. Mungkin karena baru dan masih banyak yang penasaran. 

Curug Jenggala bisa di tempuh dari Kota Purwokerto sekitar 30 menit hingga 1 jam tergantung cuaca. Kalau cuaca cerah dan jalan tidak licin bisa menggunakan motor sampai parkir terdekat yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi Curug Jenggala. Pengendara mobil hanya bisa di parkir bawah setelah loket Kalipagu dan berjalan sekitar 1km. Jika ingin lebih cepat bisa naik ojek penduduk setempat Rp. 10.000,-. Perjalanan dari pintu loket menuju curug, kalian akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah, jadi mending jalan kaki sambil sesekali foto di tempat-tempat yang fotogenik. Tiket masuk untuk akses semua tujuan wisata di wilayah Kalipagu Rp. 5.000. Jika ingin sensasi lain dengan akses yang lebih menantang bisa sekalian menuju Curug Penganten yang masih berjarak sekitar 1km, atau tempat wisata lain disekitar kalipagu yang bisa ditanyakan ke pengelola.
Yang sedang populer adalah Selfie Deck berbentuk love yang terbuat dari papan kayu, letaknya diatas Curug Jenggala. Tetapi akan lebih  indah kalian turun , melihat ketinggian dan indahnya curug dari bawah, dan merasakan sejuk dan jernihnya air curug. Take nothing, except picture!, leave nothing, except footprint!







Selasa, 10 Januari 2017

3 DESTINASI INDAH DI PURBALINGGA : CURUG KARANG, JEMBATAN CINTA DAN PUNCAK SENDAREN



Turing kali ini ngga jauh-jauh, nge-gasnya juga tipis-tipis saja....tujuannya sih eksplor Purbalingga dan tiga tempat sekaligus saya kunjungi. Sesuai urutan, yang pertama  ke arah Rembang, tempat kelahirannya Panglima Besar Jendral Soedirman, saya singgah di Curug Karang. Curug ini letaknya di Desa Tanalum, dari Losari masih naik lagi, kalo belum hapal jalan mending tanya penduduk setempat karena jalannya cukup rumit, dan harus ekstra hati-hati  karena jalan menuju ke curug ini masih relatif jelek. Untuk memasuki curug ini dikenai tiket masuk 5 ribu rupiah dan parkir motor 2 ribu rupiah saja.
 
Melanjutkan perjalan , saya singgah di tempat yang kedua. Destinasi yang berada di Desa Panusupan Kecamatan Rembang tersebut bernama Jembatan Cinta. Jembatan yang disusun dari bahan dasar bambu wulung sepanjang 280 meter tersebut, dibentuk menyerupai bentuk hati. Jembatan ini membentang di atas hamparan sawah, sayang saat saya kesini padinya baru dipanen, tentunya lebih indah saat tanaman padinya sedang menghijau,  dengan udaranya yang sejuk, jembatan cinta ini cukup diminati untuk dikunjungi di kala musim libur dan akhir pekan. Akses jalan menuju  kesini mudah di jangkau, bisa menggunakan motor maupun mobil. Tiket masuk 5 ribu rupiah dan tiket parkir motor 2 ribu rupiah. Udara yang sejuk dan semilir angin serta  pemandangan alamnya yang menarik. Romantis sih, apalagi kalau bersama pacar atau orang yang disayangi. Salutlah buat warga Purbalingga, kreatif membuat tempat wisata yang unik ini.


Yang terakhir Puncak Sendaren, tidak begitu jauh dari Jembatan Cinta karena masih di wilayah dukuh Karang Gedang, Desa Panusupan. Tiket masuk 5 ribu rupiah dan parkir motor 2 ribu rupiah. Ada tiga pos yang harus dilalui oleh para pengunjung untuk sampai ke puncak Sendaren ini. Dengan medan yang lumayan terjal, tapi masih bisalah untuk  para pendaki pemula. Sebaiknya kalau mau kesini menggunakan sepatu atau sandal yang nyaman buat jalan dibatuan atau alam terbuka, terus mending pagi atau sore hari jadi tidak terlalu panas. Selama perjalanan, pengunjung akan ditemani pemandangan yang lumayan menghilangkan lelah. Deretan perbukitan yang menghijau, semilir angin dan langit biru cerah berpadu dengan Gunung Slamet dikejauhan membentuk lukisan alam yang menyejukan hati. Setelah satu jam perjalanan melewati jalanan setapak dengan semak belukar di kanan kirinya, saya sampai di puncak Sendaren yang terkenal dengan Jembatan atas awannya ini. Ada dua jembatan yang dibuat untuk selfie deck dan rumah pohon yang dibuat seperti sangkar burung. Dari jembatan yang di buat menggunakan bambu, sekali sapuan pandangan akan terlihat luasnya bumi. Indahnya, pandangan kita tidak terhalang bukit ataupun gunung, seolah-olah kita bisa melihat batas bumi. Menakjubkan! Take nothing, except picture!, leave nothing, except footprint!